Keributan keduanya seketika terhenti. Alana menjatuhkan pot bunga yang ada di tangannya, Rafael sigap menangkap tubuh Alana yang mulai terhuyung kardna saking kagetnya dengan teriakan Cassandra. "Rafa, jelaskan sama mama, siapa gadis itu?!" Cassandra melotot. Namun bukan Rafael namanya kalau tidak melawan, bukannya menjawab pertanyaan sang mama, dia malah melenggang melewati Cassandra sambil terus menggenggam tangan Alana erat-erat. "Rafael!" teriak sang Mama. "Kenapa kamu malah bawa perempuan itu ke dalam rumah kita?!" "Karena...." Langkah Rafael berhenti sejenak, dia menghela nafas panjang sebelum teruskan ucapannya. "Karena gadis ini, istri Rafael, Ma. Kami sudah menikah." "Apa kamu bilang? Lelucon apalagi ini?" Cassandra berteriak histeris. "Ini bukan lelucon, Ma. Alana mema

