Beberapa saat kemudian dia tersadar, jika tak memiliki nomor Nabilla. Lalu teringat pada pembicaraannya dengan Nathan beberapa waktu lalu, tentang Nabilla yang melamar kerja di klinik miliknya, sebagai staf farmasi. "Nathan pasti punya nomornya," gumamnya lagi. Tanpa menunggu lagi, Rafael segera menghubungi Nathan. "Halo, Nath." "Ya, Rafa? Tumben malam-malam telepon, ada apaan?" "Kamu punya kontaknya Nabilla gak? Temennya Alana yang waktu itu ngelamar kerja di klinik," jelasnya. "Oh, ada, kebetulan aku nyimpan kontak dia. Anyway, ada apa tiba-tiba minta nomor dia?" "Si Alana belum pulang, padahal sudah malam. Aku hubungin nomor dia gak aktif. Huh, nyusahin saja, tadi tuh dia pergi gak pamit sama aku dulu. Kali aja Nabilla tahu dia dimana," urainya. "Alana belum pulang? Seriusan?"

