Audisi

1030 Kata

Alana berpura-pura tak mendengar atau melihat apapun. Dia tak mau terlibat dalam urusan pribadi Rafael terlalu dalam. Dia harus ingat alasannya berada di rumah ini, tak lebih karena kesepakatan saja. Saat lelaki itu masuk ke dalam kamar, Alana berpura sedang sibuk dengan ponsel barunya. Rafael menutup pintu kamar dengan sentakan keras, meski kaget ia berusaha bersikap biasa saja. Lelaki itu melirik sejenak pada gadis yang kini sedang duduk di atas sofa, jika biasanya dia akan menyapa, tapi kali ini Rafael justru mengunci mulutnya. Lelaki itu menatap dingin, lalu melengos. Alana yang merasa canggung dan tak enak hati pun, memulai obrolan pagi terlebih dahulu. "Rafa," sapanya, ia lalu meletakkan ponselnya di atas sofa. Tapi, lelaki itu tak menyahut, dia tetap sibuk dengan kegiatannya, m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN