Pedro POV Aku langsung menghampiri Cristina begitu sampai di sekolah. kutarik tangannya agar ia mengikutiku, mengabaikan begitu saja teman-temannya yang tengah asyik bergosip ria. "Ikut aku!" perintahku. Akan tetapi, gadis ini cukup kuat untuk tidak terseret olehku. Cristina menghempaskan tanganku kasar, memberi pelototan angkuh. "Tidak!" Ia menolak dengan tegas. Sontak, suasana kelas yang ribut langsung hening. Anak-anak yang penasaran menjadikan kami bahan tontonan dan taruhan mereka. Tentu saja aku abaikan. Karena sejak aku mengenal Agusta, urat maluku sudah putus sedikit demi sedikit. Menjadi bahan tontonan menarik tidak lagi kupusingkan. "Kita perlu bicara Cristina," ucapku lebih tenang kali ini. Ia langsung bersedekap, berdiri dengan pose siswi populernya plus beberapa anak pe

