" Apa kau puas? Leonel?" Tanyaku padanya. Leonel hanya menatapku datar. " APA KAU PUAS?!" teriakku kalap. " Aku melakukan ini untuk melindungimu dan untuk kebaikanmu!" " MELINDUNGIKU? Aku tidak meminta dirimu untuk melindungiku! Kau yang membawaku ke duniamu! Kau yang menyeretku ke dunia seperti ini! Kau pikir aku baik-baik saja setelah semua ini? Kenapa semua kacau! Kau bahkan membuat semua orang yang berada didekatku seakan dia adalah bahaya!" Teriakku kalap. Bea menutup telinganya rapat mendengarku berteriak. Dia bergetar hebat. Leonel hanya menatapku datar. Tidak ada penyesalan disana, tidak ada ketakutan dan rasa bersalah. Hanya pandangan datar yang seolah-olah mengatakan bahwa apa yang dia lakukan adalah benar. " Dan untuk kebaikanku? Apa kau tahu apa yang membuatku senang? Ap

