BAB 32.

1100 Kata

"Senang bertemu dengan mu lagi, adik yang merebut apa yang menjadi milikku, dan wanita yang hampir memenjarakanku"bisik Luna yang membuat Hera tersentak. Hera tersenyum sebelah tangannya terangkat mengelus bahu Luna dengan lembut. "Kau tidak melupakan bagaimana rasanya jambakan tangan Seseorang Hera ketika di Chicago kan?"ucap Hera berbisik. Hera melepaskan pelukannya, bibirnya tersenyum merekah memandang Luna yang sukses membuat wanita itu bergidik ngeri. "Aku merindukanmu ya tentu saja."ucap Hera dengan penekanan pada kata . "Ku dengar kau sudah memiliki 2 anak, tubuhmu tidak berubah. Kau pasti bekerja keras untuk menjaga bobot tubuhnu agar tetap ideal. Pasti begitu menyiksamu ya?!."ucap Luna dengan nada angkuh dari bagaimana ia berbicara. Hera tersenyum memandangnya, dengan mata s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN