Tak Dianggap

2742 Kata

SAKHA meniti anak tangga dari kamarnya di lantai dua. Ia harus menghadap satu-satunya wanita tercantik di rumahnya yang akan memberikan titah pada hari bertanggal merah seperti ini. Uminya memang baru selesai membuat brownies kukus pandan lapis cokelat dengan toping parutan keju. Secara khusus—ah, tepatnya selalu secara khusus—brownies buatan tangan nan sarat kelembutan kasih sayang seorang ibu itu spesial disiapkannya untuk Kenzie. Tak terhitung berapa banyak Sakha merasa heran, kenapa uminya tidak ada bosan-bosannya bikin kue berwarna cokelat itu. Padahal Sakha yang melihatnya saja sudah enek. Lalu, apa kata uminya? Katanya selama Kenzie belum bosan makan brownies kesukaannya, ya uminya bakal terus membuatkan. Sedangkan pada akhirnya Sakha jugalah yang mengemban misi mengantar kue it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN