"SEKALI lagi terima kasih kamu sudah repot-repot datang dan menyumbang untuk panti asuhan kami." Kedua sudut bibir Sevanee berkeluk ke atas, menampilkan setoreh senyum berpoles gincu merah terang tepat ketika ia berhenti di depan mobilnya. Di sampingnya berdiri seorang pria yang ikut mengantarkan kepulangannya sampai ke gerbang bangunan panti asuhan. "Sama-sama, Mas Yuda. Sudah berapa kali aku bilang ini sama sekali tidak merepotkan bagiku. Justru aku senang bisa berbagi untuk anak-anak itu. Lihatlah betapa lucunya mereka." Sudah beberapa kali terakhir ini Sevanee senantiasa datang ke panti asuhan yatim-piatu itu. Pertengkaran sebelumnya dengan sang ayah yang sempat membuat Sevanee nyaris bertindak kalap ingin menabrakkan mobilnya sendiri, siapa sangka justru mempertemukannya kembali den

