Benda Kenangan

2107 Kata

ERLANG menurunkan tumpukan kardus dari motor matic-nya. Saat ini ia telah sampai di depan rumah Nona untuk mengantarkan kue-kue pesanan neneknya. "Lho, Erlang?" Dari pintu rumah Nona yang memang menjeblak terbuka, tampak Nona tergopoh-gopoh keluar menyambut kedatangan Erlang. "Kenapa kamu repot-repot yang nganterin ke rumah? Nenekku baru aja mau kirim sopir buat ambil ke tempat kamu." "Nggak apa-apa lah. Anggap aja ini special free delivery," sahut Erlang dengan senyum lebarnya. Sekejap Nona merasa salah fokus ketika penglihatannya harus terperangkap oleh senyuman Erlang yang seperti itu. "Acaranya belum dimulai kan, Non? Takut aja kalau aku telat nganter pesanannya." Terdengarnya kembali suara Erlang menyentakkan Nona yang sempat melamun. Segera ia menata sikap normalnya kembali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN