Sepupu Sakha

2045 Kata

SKUTER matic berwarna hijau telur asin itu berhenti di depan sebuah rumah dua lantai dengan gerbangnya yang terbuat dari kayu rangka besi. Seorang cewek yang tak lain adalah si pengendara skuter, membuka helm bogo-nya dan memandangi rumah berpelat angka 47 itu. Senyum cerah mengembang mewarnai perasaan bahagia luar biasa yang seolah memekarkan jutaan bunga di hatinya. Namun, bersamaan itu pula ia merasakan debar-debar ketegangan yang menjalar ke sekujur tubuh. Duh, baru sampai depan gerbang rumah ini saja jantungnya sudah tidak terkontrol, apalagi ketemu Sakha langsung nanti. Cewek itu, Clarissa Byanta masih tidak percaya akan mendapati kesempatan bertandang ke rumah pujaan hatinya yang selama ini cuma ditanam sebagai angan-angan semata. Tidak tahu kapan bisa kesampaian. Bukan karena ru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN