Kejujuran terkadang lebih pahit dari obat Tapi, terkadang yang pahit itu lah yang menyembuhkan... *** "Kamu pasti tahu kenapa saya panggil ke sini?" "Nggak juga, Pak. Ada apa ya?" Zidan tersenyum samar. Sementara Ines tampak tetap tenang seolah tak peduli. Pada kenyataannya hatinya bagai dihantam ratusan rudal tak henti-hentinya. Ia risih membayangkan kenyataan yang ada. Memang bukan dirinya yang jadi masalah. Tapi Angel, temannya. Bagaimana bisa gadis itu terjerembab bersama pria seperti ini? Ines merasa tak senang. Jiwa kepedulian terhadap sahabatnya sangat besar. Ia tak ingin Angel dibodohi dan dimanfaatkan oleh suami orang macam Zidan. Suara ketukan jemari Zidan menyadarkan Ines dari kebekuan. "Mikirin apa?" "Bukan apa-apa. Maaf, ada apa ya Pak?" "Kamu kan sudah tahu soal

