Hidup tidak pernah memaksa kita jatuh cinta Meski terkadang, cinta yang memaksa kita untuk bertahan hidup... *** Kelopak mata Ines terasa berat. Kepalanya juga masih lumayan pusing. Diliriknya sekeliling ruangan. Bayangan Defta menghantuinya. Apakah dirinya masih utuh? Apakah ia baik-baik saja? Apakah semua hanya mimpi buruk? Pertanyaan batin Ines bercampur dalam keterpurukan rasa takut. Sebelumnya, tak pernah ia gentar menghadapi seseorang. Tapi sosok Defta berhasil menorehkan trauma mendalam pada dirinya. Ines merasakan lima jemarinya hangat. Ada genggaman tangan seseorang di sana. Gadis itu mencari siapa gerangan orang itu. Dilihatnya Gibran tertidur dengan kepala bertopang di samping pembaringan Ines. Hati Ines bersyukur berulang kali. Menyadari dirinya bersama pria yang ia cint

