Bab. 40 - Sah

1145 Kata

Dalam hidup akan ada satu waktu paling bermakna Entah itu saat bertemu pertama Atau saat memulai kebersamaan untuk selamanya...  ***  Rumah keluarga Fathur dan Sumiati pagi itu lumayan sibuk. Beberapa orang berlalu-lalang mempersiapkan segala sesuatu untuk acara akad nikah. Gibran sedang ngobrol dengan beberapa paman dari keluarga Ines di pojokan. Sebenarnya jantungnya berdebar tak karuan sejak semalam. Ia bahkan puluhan kali menghafal kalimat ijab kabul sampai tak sadar mengigau dalam tidur. Sementara Rahayu dan besannya keasikan berbincang dengan para ibu-ibu, yang sebagian besar dari kalangan sinden. Sesekali ia mengecek pesan dari Laras. Anak perempuannya satu itu tak bisa ikut ke Blitar,  karena baru dua bulan lalu melahirkan. Kondisinya masih belum memungkinkan untuk perjalanan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN