Bab. 29 - Bertamu

1989 Kata

Pertama cinta datang diam-diam Lalu terungkap secara jujur Semua hanya butuh waktu untu menjawab  ***  Menjelang malam setelah Isya barulah mobil Alpard yang disewa Gibran memasuki pelataran rumah Ines. Untunglah halamannya lumayan luas dengan dua gapura berukuran sedang membatasi pintu masuk. Pagarnya masih dari bambu yang mengelilingi area dengan rapi. Sepintas rumah Ines tidak terbilang besar, tapi juga tidak kecil. Bentuknya memanjang ke belakang. Terasnya baru dibangun, masih terlihat karena belum dicat. Di samping kanan ada pekarangan yang ditumbuhi dua pohon rambutan dan beraneka ragam rempah-rempah untuk masak. Bunga kuning cekra-cekri, kembang sepatu, dan melati jam lima juga menghias cantik di sekitarnya. Para tetangga sedang asik ngobrol di depan rumah pun lumayan teralihk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN