Chapter 22 - That Time (I)

2306 Kata

"Bagaimana caranya mengutarakan segala hal rumit yang sedang aku rasakan? Adakah mungkin sekiranya kalimat yang tepat, untuk mendeskripsikan kehadiranmu dalam kehidupanku?" ~Gladys Amara. *** Hal terakhir yang Evander ingat adalah, bahwa ia sempat menepuk pundak Arendra untuk kemudian meminta lelaki itu pindah ke kamar. Sempat tenggelam dalam pikirannya yang tak berkesudahan, Evander akhirnya menyudahi malam itu dengan renungan yang masih menggelayut di benak. Setelah beberapa tepukan, akhirnya Arendra tersadar dan berupaya untuk bangkit dari sofa yang ia tempati. Tidak membuka kedua matanya lebar-lebar, sepertinya lelaki itu sungguh merasa kelelahan dan memang butuh tidur saat itu juga. Sempat melambai sekilas pada Evander yang masih berada di posisi serupa, Arendra menyeret langkah u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN