"Layaknya pelangi yang datang setelah hujan deras menyapa, kau seperti air untuk keringnya kehidupan yang aku jalani." ~Evander Yudiswara. *** Dejavu. Evander tidak pernah percaya pada hal-hal seperti dejavu, tapi yang kali ini terasa sungguh berbeda. Perempuan ini ... yang menatapnya saat ini ... mengapa terasa tak asing? Di mana mereka pernah bertemu sebelumnya? Sapaan dari salah satu pegawai lain yang ia dengar di kantor EO itu menelusup melalui gendang telinga Evander, yang lantas membuatnya harus mengalihkan perhatian pada objek yang lain. Yang sekaligus pula, memutus pandangan dari seseorang di ujung sana. "Boleh tahu dengan Mas siapa?" Evander mengangguk. Mendekatkan tubuhnya yang tegap bersama sebelah tangan yang tersimpan di saku celana, lelaki itu membuka suara. "Evander

