Willemia tersentak kaget saat wanita itu baru saja memasuki ruangan milik Faza. Suara bantingan sebuah buku membuat tubuhnya sempat tersentak karena kaget. "Jangan tutup pintunya, buka lagi." perintah Faza tegas, membuat tangan Willemia yang tadinya hendak menutup pintu terhenti begitu saja. Setelahnya wanita yang menjabat sebagai sekertaris Fazarick Magrib itu membalikkan tubuh, berjalan pelan dengan senyuman menggoda yang mengembang dari sudut bibirnya. Ah, untung udah touch up tadi. "Mana surat pengunduran diri kamu? Kenapa kamu masih di sini?" todong Faza tanpa basa-basi. Laki-laki itu masih kesal karena kegiatannya dengan istrinya terganggu oleh kedatangan sekertaris yang seharusnya sudah angkat kaki dari perusahaan Papahnya. "Ma.. Maaf Pak?" tanya Willemia terbata dengan raut w

