Rizal atau laki-laki yang biasa Angel panggil dengan panggilan kesayangan 'Ijal', itu mendengus, melihat mantan dosen salah satu mata kuliahnya tengah menyuapi sang istri. Istri mantan dosennya, bukan istrinya. Kan udah ditolak terus ditikung, dulu. Gila! Tega! Begitulah umpatan yang sedari tadi Rizal racaukan di dalam hati melihat pemandangan suami istri tersebut. Demi dia yang baru saja melepaskan masa jomblonya, dia benar-benar tidak dianggap padahal dia yang sudah bersusah payah membawakan sebungkus seblak itu pada Angel. "Gue bal..." Rizal meneguk ludahnya saat melihat kilat marah dimata Angel. Kaki yang belum sepenuhnya berdiri tegak itu kembali tertekuk bebarengan dengan pantatnya yang kembali menyentuh sofa empuk ruang keluarga rumah mantan dosennya. "Duduk dulu Jal, buat-buat

