"Dokter! Noooo... Jangan! Skip.. Skip! Nanti, tunggu suami saya dateng dokter. Suruh masuk.. Suruh masuk lagi anak saya!" jerit Angel sembari meremas lengan Paula. Demi Tuhan, demi dua anaknya yang menunggu di rumah sana! Paula masih ingin tetap hidup. Jangan sampai suaminya nanti keenakan cari istri baru kalau dia meninggal. Sumpah! Paula nggak mau mati sia-sia cuman karena disiksa ibu-ibu hamil mau melahirkan. "Mbak, Paula. No, hiks.. Suruh mereka masuk lagi ke perut aku, Mbam! Mereka harus tunggu Om itu dateng. Harus, Mbak, hiks." kalau bisa mengumpat, Paula ingin mengumpat. Hanya saja ia juga sesama wanita yang pernah ada diposisi Angel saat ini. Bahkan dua kali mengalami hal yang sama, cuma nggak serusuh ini sih. Pertama ia bahkan tidak didampingi suami. Tapi hidup kan ya?! Sampai na

