Matahari bersinar dari jendela yang terbuka lebar. Karena terlalu larut dalam gairah, mereka berdua lupa menutup jendela. Sehingga matahari langsung masuk ke dalam kamar dan membuat Lovita terganggu. Lovita mengerang dan menggeliatkan tubuhnya. Dengan rasa malas dia pun membuka matanya. Entah sudah jam berapa sekarang. Dia mencoba meraba nakas dan mencari ponselnya. Tapi ia tidak menemukan ponselnya. Saat Lovita mengingat-ingat ia tidak membawa ponselnya ke kamar Aldian. Dan bayangan semalam pun terputar di kembali. Dan pipi menjadi sangat memerah mengingat apa yang ia lakukan semalam. Lovita pun membuka matanya untuk melenyapkan apa yang dia pikirkan saat ini. Tubuhnya masih terasa lelah karena aktifitas malamnya. Namun, ia tidak menepis kalau dirinya sangat menikmatinya. Lovita mengg

