Lovita duduk di kursi tunggu bersama Aldian. Vendra menemani Alvi di rumah. Kurang lebih tiga hari lagi gips Alvi bisa di lepas. Tapi putranya itu sudah tidak sabar. Untungnya Vendra saudara yang sangat baik, dia mengajak Alvi untuk bermain di kamar. Dengan seorang pelayan yang menemani dan membantu mereka berdua. Lovita mengenakan dress berwarna mocca yang membuat perutnya semakin terlihat. Dia tidak menyangka kalau bulan ini kandungannya sudah mencapai empat bulan. Beberapa hari lalu dia mengalami muntah yang sangat parah. Bahkan dia juga hampir sulit memakan apa pun. Untungnya dia masih bisa memaksakan roti panggang untuk masuk ke dalam perutnya. Dan juga yogurt. Tangan Lovita membelai perutnya sendiri seakan merasakan keajaiban di dalam sana. Lovita tersentak saat merasakan tangan

