Chapter 39 - Kirana

1777 Kata

    Aku tidak keluar dari kamar sejak kepulanganku dari rumah sakit. Dio berulang kali mencoba menghiburku, namun aku sungguh sedang ingin sendiri. Sekalipun agak kecewa, akhirnya Dio mau juga kusuruh untuk tidur lebih awal. Aku sendiri sedang ingin memikirkan semua hal yang baru saja kualami!     Secara tidak sengaja, aku telah mendonorkan darah pada seseorang yang jelas akan sangat hancur begitu sadar kepada siapa dia berhutang budi. Aku menangis pelan. Wanita itu yang membuatku memutuskan untuk meninggalkan Rama, dan sekarang, wanita itu muncul begitu saja di hadapanku. Jujur, aku sama sekali belum siap.     Aku mencoba bertanya pada hatiku, apa yang sebenarnya kurasakan untuk wanita itu, namun aku tidak dapat menemukan jawabannya. Kalau dikatakan aku benci padanya, aku tidak bisa men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN