PART 25

1966 Kata

Geundis merasa lututnya sangat lemas begitu dia keluar dari ruangan pertemuan dengan orang tua Cindy, alasannya karena baru saja dia melihat seorang dokter bersama seorang perawat sedang berlari menuju ruangan ICU di mana Cindy sedang dirawat. Kepala Geundis mulai dipenuhi berbagai pikiran negatif, merasa sesuatu yang buruk telah menimpa gadis kecil itu.  Langkah Geundis terhenti, dia tanpa sadar memegangi lengan Aarav yang berjalan di sampingnya. Pria itu ikut menghentikan langkah karena melihat sikap Geundis yang sangat aneh.  “Kamu kenapa, Ndis?” tanya Aarav khawatir karena terlihat jelas tunangannya itu begitu pucat hingga keringat bermunculan di pelipisnya. Kedua mata Geundis yang di ruangan tadi sempat meneteskan air mata, kini kembali menangis. Tubuhnya gemetaran seperti ketakutan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN