PART 48

1781 Kata

Sesuai rencana, Geundis dan Aarav benar-benar langsung berangkat menuju rumah sahabat Manda bernama Susi begitu Geundis selesai berganti pakaian. Kini mereka berdua sedang berada dalam mobil, tentu saja Aarav yang mengendarai mobil tersebut.  Geundis sejak tadi terdiam sambil menatap layar ponselnya, sesekali menghembuskan napas pelan seolah ada sesuatu yang sedang dia pikirkan.  “Kamu kenapa?” tanya Aarav yang menyadari kediaman Geundis, gadis itu terlihat sedang kebingungan. “Ada pesan dari ibu.”  Geundis tak berbohong, pesan dari ibunya baru saja masuk ke ponsel, dia kebingungan karena tak tahu harus melakukan apa demi memenuhi permintaan sang ibu dalam pesannya tersebut.  “Ibu kamu emangnya bilang apa? Sehat, kan? Ibu kamu nggak kambuh lagi sakitnya?” Geundis menggelengkan kepala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN