Geundis tiba di apartemen Araav yang kini menjadi apartemennya juga, tepat pukul 3 sore. Masih cukup lama sampai jam 8 malam di mana dia harus berangkat lagi ke rumah sakit dan mulai piket malam. Karena tubuhnya terasa begitu lelah, Geundis pun langsung mendudukkan diri di sofa ruang tengah. Dia menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa seraya memejamkan mata sejenak. Rasanya begitu nyaman dan damai beristirahat seperti itu setelah tadi dia mengalami banyak kejadian seram di rumah sakit, tepatnya di ruang pemandian jenazah. Di tengah-tengah kenyamanan yang sedang dirasakan Geundis, kedua matanya yang sedang terpejam itu tampak mengerjap-erjap tak nyaman. Bukan tanpa alasan, melainkan karena dia merasa seperti ada sesuatu yang menusuk-nusuk wajahnya. Geundis pun spontan membuka mata, da

