Geundis masih sangat syok mengetahui fakta bahwa orang yang ingin membunuhnya itu adalah Davin. Dengan jantung yang masih berdebar kencang dan dadanya yang naik turun dengan cepat, Geundis masih bersembunyi di tempat persembunyiannya. Beruntung Davin tidak mendatangi gedung tua itu karena setelah dia mengedarkan pandangan ke sekeliling dan tidak menamukan Geundis di mana pun, pria itu pun memilih untuk pergi. “Davin, aku benar-benar nggak nyangka ternyata kamu ….” Geundis tak sanggup melanjutkan ucapannya karena kini air mata mulai berjatuhan dari kedua matanya. Cukup lama menunggu di sana hingga hampir 30 menit berlalu, setelah memastikan kondisi sudah aman, Geundis pun akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya. Tak ada lagi yang mengejarnya karena sepertinya orang itu memang sudah

