Baik Geundis maupun Suster Viona kini gelagapan, mereka kebingungan dan tak tahu harus melakukan apa karena terlalu panik dan takut. “Suster Geundis cepat sembunyi. Ingat, jangan keluar walau siapa pun orang yang masuk.” Geundis mengangguk-anggukan kepala dan dia menuruti perintah Suster Viona. Dia bergegas berlari dan memilih bersembunyi di balik salah satu rak. Di saat bersamaan pintu pun terbuka, menampilkan sosok Aarav yang tiba-tiba masuk, kini memicingkan mata saat melihat keberadaan Suster Viona di ruang arsip. “Loh, Suster Vio sedang apa di sini?” tanya Aarav. Suster Viona mengulas senyum ramah, berusah sebisa mungkin untuk bersikap normal agar Aarav tak mencurigai dia sedang menyembunyikan sesuatu. “Lagi ngambil dokumen. Dokter Rita yang menyuruh saya, Dok.” “Oh, begitu,”

