Bab 22

1917 Kata

Namira mengetuk pintu kamar kedua orang tuanya saat jam baru menunjukkan pukul tujuh pagi. Ia menunggu sejenak sampai akhirnya wajah ibunya muncul setelah pintu terbuka. “Kenapa, Nam?” Namira menyandar pada dinding lantas menunjukkan cengiran lebarnya seraya memilin bagian bawah baju tidurnya. “Papi udah pake dasi belum, Mi?” Sang ibu tampak mengerutkan keningnya, merasa aneh melihat tingkah laku putrinya yang tak seperti biasanya. “Udah. Mami barusan pasangin dasi Papi.” Senyum Namira luntur seketika yang lantas berganti dengan bibirnya yang mengerucut. “Udah ya, Mi?” Menyipitkan matanya, sang ibu merasa curiga dengan sikap Namira yang sepertinya memiliki maksud tertentu. Ia lalu melipat kedua tangannya di depan d**a lantas menatap Namira dengan tajam. “Jujur sama Mami, kamu sebenern

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN