52~ Hadiah Musibah

1410 Kata

❤●♥●♥●❤ "Heh... Nana nano-nano ngapain nyempil disitu?" Ical mengerutkan kening ketika baru saja sampai di lantai dua butiknya dan mendapati Aruna sedang duduk termangu dibawah manekin sambil memeluk lutut. "Caaaal....." Aruna mengangkat wajahnya terlihat terkejut, kedua matanya merah dan sembab terlihat sekali gadis itu baru saja menangis. "Kacau banget sih, pasti ada apa-apa? Duuuh....firasat ku gak enak deh Na." "Pesenanku dibawain?" Aruna berdiri mendekati meja kerja yang biasa digunakan Ical untuk menggunting kain dan membuat pola. "Makanan aja, langsung inget. Tuh, ambil sendiri di plastik yang putih. Aku tinggal mandi bentar." katanya sebelum menghilang dibalik pintu kamar mandi yang biasa digunakan karyawannya di lantai dua. "Laper tau, nungguin kamu lama banget. Untung tadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN