“Assalamualaikum… Paaahh… Biiii…” panggil Zara ketika sampai di depan pintu rumah ayahnya. “Waalaikumsalam…” jawab bi Inah dari dalam rumah. “Eh, mbak Zara… maaf ya mbak lama, tadi Bibi lagi di dapur soalnya.” Kata bi Inah setelah membukakan pintu. “Iya ngga papa kok Bi. Nih Bi, tolong taruh di piring ya Bi…” kata Zara sambil menyerahkan kantong plastik berisi brownies panggang yang baru dibelinya. “Oh, iya mbak…” jawab bi Inah seraya mengambil bungkusan kue itu dan langsung menuju ke dapur. “Bentar ya Mas… aku liat papah dulu di kamar.” Ucap Zara sambil melangkahkan kakinya menuju ke kamar ayahnya. Sementara Adrian duduk di sofa ruang keluarga. “Paahh…” panggil Zara pelan di depan pintu kamar ayahnya yang sedikit terbuka. Zara membuka pintunya lebar ketika tak ada jawaban dari

