"Non Alea, Den Gavin, makan malam dulu," ucap Bi Ijah yang datang ke ruang tengah saat waktu makan malam tiba. "Baik, Bi, makasih ya," ucap Alea, "Mas, Alina, yuk kita makan malam dulu. Biar kalian enggak sakit," ajak Alea kepada dua orang kesayangannya. Untuk saat itu, rasanya hidup Alea begitu sempurna. Ia memiliki suami baik dan kaya, adik yang baik, juga keluarga yang baik. Meskipun kini mereka tengah dalam masalah perebutan harta warisan yang pelik. Tapi, rasanya nikmat itu tak bisa dipungkirinya. Ia begitu bersyukur dengan hal itu. Mereka kemudian menuju ke ruang makan yang berada tak jauh dari sana. Alea dan Gavin duduk di tempat biasa. Sementara Alina duduk di seberang Alea. Sudah ada berbagai menu makanan yang dihidangkan oleh Bi Ijah untuk mereka. Ia memang selalu paling r

