Alina Dekat dengan Musuh

2045 Kata

Seusai sarapan, Gavin pamit ke kantor. Alea mengantarnya ke depan rumah. Mereka terlihat begitu canggung. Kesenjangan yang terjadi sejak ingatan Gavin kembali. "Hati-hati di jalan ya, Mas," ucap Alea dengan suara lirih. Entahlah, semua terasa begitu sulit. Ia yang sudah mencintai Gavin pada akhirnya harus mengalah pada kenyataan. "Iya," sahut Gavin singkat dan dingin. Ia kemudian melenggang pergi tanpa pamit pada Alea. Alea hanya bisa menatap kepergian Gavin dengan nanar. Hatinya terasa perih dengan sikap suaminya yang seperti itu. Alea lalu masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamarnya. Ia tak ingat pada Alina yang masih di ruang makan. "Apa ini karma untuk perbuatanku dulu ya, aku yang keras kepala atas keinginan bapak dan ibu. Akhirnya pernikahanku jadi seperti ini," tu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN