Niat Kabur

1003 Kata

Alina membuka pintu kamarnya dengan wajah masam. Ia sedang tidak ingin bertemu dengan Gavin ataupun Alea. Tadi pagi ia bahkan diberi makanan oleh Bu Herni dan Helen, karena tahu tidak akan sarapan di meja makan. "Kakak mau apa ke sini?" tanya Alina dengan ketus. "Kok, kamu gitu sih sama Kakak?" Alea balik bertanya. Tidak seperti biasanya Alina berlaku seperti itu padanya. Padahal biasanya Alina bersikap lembut dan penuh pengertian. Kali ini ia terbawa oleh hasutan Bu Herni dan Helen. "Aku cuma mau ngajak kamu sarapan bersama," ujar Allea yang ikut terbawa emosi dengan sikap adiknya itu. "Enggak usah sok peduli deh, Kak. Aku tahu kok kamu sama Bang Gavin ingin menguasai semua hartanya. Bahkan kamu tega enggak memberi ibu di kampung," ujar Alina dengan suara pelan tapi begitu sengi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN