Akhirnya, Bi Ijah dan tertidur di sofa dan Alea tidur di kursi sebelah bed hospital yang ditempati Gavin. Dini hari, Bi Ijah sudah bangun dari tidurnya. Begitupun Alea. "Nyenyak Non, tidurnya?" tanya Bi Ijah melihat Alea yang baru bangun tidur. "Iya, begitulah Bi. Entah jam berapa aku tidur, enggak enak rasanya di rumah sakit. Semoga saja Mas Gavin segera sadar," jawab Alea yang semalam entah tidur jam berapa. Ia sendiri tidak ingat, yang pasti lewat dari tengah malam. "Amiinn, semoga saja ya, Non," sahut Bi Ijah. Mereka kemudian melaksanakan salat subuh. Setelah itu Bi Ijah keluar untuk mencari sarapan untuk mereka berdua. Sementara Gavin, masih tak sadarkan diri dan diinfus. Pagi hari, Bi Ijah sudah kembali dengan membawa dua bungkus makanan take away, mereka kemudian memak

