Hari pun bergulir dengan begitu cepatnya. Dua iblis berwajah malaikat terus menghancurkan tempat usaha Bara satu per satu hingga tak bersisa, sedangkan Bara sendiri masih disekap di markas Ibra. Markas yang biasa dipergunakan oleh lelaki tampan itu untuk mengeksekusi musuh-musuhnya. Setiap berita jatuhnya usaha Bara dan orang-orang terdekatnya selalu disampaikan pada Bara melalui tangan kanan CEO tampan bermata elang, yang tak lain adalah Senopati Dirgantara. Lelaki tampan berkacamata itu dengan senang hati memperlihatkan kepada Bara rekaman video maupun berita online mengenai jatuhnya usaha otomotif lelaki itu satu per satu melalui ipad-nya. Tampak Bara menatap tajam ke layar ipad yang ada di hadapannya. Terlihat dengan jelas di mata Seno jika emosi lelaki yang ada di depannya ini sud

