72. Pertaruhan Nyawa

1549 Kata

Gibran dan Gina mengiringi jenazah Pak Handoko menuju ruang tamu. Lalu Gina segera menemuiku untuk mengabarkan keadaan Stella dan Bu Ayu. Perasaanku sedikit lega mendengar Stella tidak mengalami luka serius dan aku berharap operasi Bu Ayu dapat berjalan lancar dan Bu Ayu dapat melewati masa kritis. Aku merasa kasihan dengan Stella, dia telah kehilangan ayah terlalu dini, jangan sampai dia kehilangan ibu juga. Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Bagaskara. Gibran dan anak buahnya sibuk dengan tugas mereka masing-masing. Saat Pak Kuncoro tiba, acara doa dimulai yang dipimpin oleh seorang ustad. Aku duduk di barisan belakang dan ikut membacakan doa Al-Fatihah. Di selang acara, aku melihat seorang lelaki berjas hitam yang nampak tidak asing bagiku. Dia pun memandang ke arahku dan ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN