“Jangan bergerak, atau akan bunuh pria ini.” Suara seorang wanita di belakanganya. “Berbaliklah perlahan,” perintahnya lagi. “Lari ... Yuri ...! Lari!” “Neil ...!” Neil babak belur, berdarah-darah. Wajah tampannya mengerang kesakitan. Kedua tangannya dikunci di belakang punggung oleh seorang wanita berkostum serba hitam dan bertopeng. Tunggu. Lekuk tubuh itu …. “Apakah itu kau, Angela?” Yuri terkesiap. Ia seperti tak lagi mengenali suaranya sendiri. Yuri pernah beberapa kali melihat Neil bertarung melawan beberapa orang yang bermaksud jahat pada keluarga mereka, dan Yuri sangat tahu bahwa Neil adalah prajurit yang kuat. Sangat kuat dan cekatan. Jika sampai Neil babak belur seperti itu, kemungkinan yang telah terjadi hanya ada dua. Yang pertama, wan

