“Dr. Yuri!” Panggil seorang suster melongokkan kepalanya dari pintu ruangan Yuri. “Tentang pasien di ruang ICU—” “Aku akan menanganinya,” jawab Yuri cepat sambil menyelesaikan laporan yang ia buat. Gadis itu bnagkit dari mejanya setengah berlari menghampiri ruangan yang dimaksud bersama suster itu. Yuri telah menyelesaikan kuliah kedokteran dan sedang bekerja di sebuah rumah sakit besar di tengah kota. Ia juga melanjutkan studinya sebagai seorang spesialis neurologi, sementara ia bekerja sebagai dokter koas. Berkat kesibukan di pekerjaannya itu, Yuri kurang lebih bisa mengurangi waktu melamun dan bernostalgia. Ia bahkan belum pulang ketika jam tangannya menunjukkan pukul 20.35. Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu, semoga Ayah sudah pulang dan ada di rumah sekarang untu

