“Di.. Kok kamu diam aja?” Rahmad masih terus bertanya. Ada rasa aneh di hati pria itu saat menelfon wanita itu dan jawaban pertama yang diucapkannya terdengar ambigu. “Di.. kamu tau kan aku nggak suka menunggu. Jika tidak mau menjawab juga. Aku akan segera meluncur ke depan rumah kamu.” Ucapan Rahmad barusan langsung membuat Diana gelagapan menjawab semua pertanyaan pria itu. “Tadi, aku baru selesai telfonan dengan ayah dan Ibuku.” “Oh, yah? Bicara apa aja?” “Yah, pembicaraan biasa. Tanya kabar dan itu tadi. Ibu, tiba-tiba nawarin kenalan sama anak temannya. Yah, aku nggak mau. Makanya, saat kamu telfon, aku fikir Ibu yang kembali menelfon. Sehingga jawabanku seperti itu.” “Kamu belum memberitahu kedua orang tuamu tentang hubungan kita?” “Belum.” “Kenapa? Kamu malu mengakuinya?”

