Takdir Yang Indah

1463 Kata

Rahmad membawa Diana ke sebuah restoran seefood yang terkenal dengan masakan kepiting saos lada hitamnya. Saat menunggu makanan mereka dihantarkan. Azan magrib pun berkumandang. “Mad, bisakah kita sholat dulu? Ini sudah azan magrib. Setelah sholat, baru kita kembali lagi.” Ajak Diana. Rahmad mengangguk pelan. “Baiklah.. Kita cari masjid dulu. Atau kamu mau sholat magrib di mussolah restoran ini?” Rahmad menawarkan altenatif, agar mereka tak perlu keluar restoran. Ia yakin sekali bahwa di sini ada mussolah tempat karyawan menunaikan ibadah ketika masuk waktu sholat. “Jika memang di sini ada mussolah. Maka, akan lebih baik kita segera ke sana. Mengingat waktu magrib sangat sedikit dan adzan pun sudah berlalu.” Ucap Diana. ‘Sungguh wanita ini memporak perandakan hatiku. Dan semakin yak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN