Pagi datang terasa sangat lambat bagi Diana. Sepanjang malam dia hanya tertunduk menyesal kenapa ga sedari awal menuruti semua permintaan Aliza. Sekarang gadis itu sudah pergi dengan seribu tanda tanya di hati. Siapa yang telah membantu menggugurkan kandungan nya? Apa salah seorang bidan atau dukun yang ada di luar sana?? Dokter Radit datang dan saat dia tau apa yang telah terjadi. Tanpa bertanya apa-apa. Dia mendekat lalu duduk di sebelah Diana. “Sabar.. Harus kuat dan berusaha tidak menangis. Itulah resiko pekerjaan seorang Dokter. Aku tau dia pasien yang sangat dekat denganmu. Tapi jangan pernah menyalahkan dirimu.” Diana menarik nafas panjang dan perlahan menghembuskan. “Pulanglah, Di. Istirahat lah. Tenangkan dirimu." “Aku merasa sangat bersalah.” Keluh Diana sambil menunduk da

