CHAPTER ENAM PULUH

2047 Kata

            Jam menunjukkan pukul sepuluh malam saat Vano masih asik berbincang dengan teman- teman. Beberapa pengunjung kafe terlihat meninggalkan mejanya, namun beberapa lagi masuk dan menepati meja yang lainnya. Semakin malam, kafe itu terlihat semakin ramai. Antrian masih terlihat di depan kasir, juga pelayan yang masih hilir mudik mengantarkan pesanan.             “Kalian mau lanjut? Gue balik, ya, istri gue udah nanyain.” Kata salah satu laki- laki di meja itu.             “Balik juga deh gue, udah malam.” Kata Vano. Dua yang lainnya ikut mengangguk. Vano merogoh ponsel dari dalam saku celananya, berniat memesan jasa layanan transportasi online.             “Vano…” suara itu terdengar. Vano dan tiga temannya menoleh ke asal suara.             “Risa…” Vano melihat Risa terseny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN