Lorry menatap layar laptopnya lama tanpa berkedip. Jemarinya berada di atas keyboard laptop namun satu menit terakhir ini tak ada kata-kata yang dihasilkannya. Terkadang memang seperti ini. Di saat ia tengah serius dan lancar-lancarnya menulis, otaknya tiba-tiba saja terasa kosong dan membuatnya melamun. Suara ketukan pintu dari bawah terdengar samar-samar. Lorry akhirnya ditarik paksa dari lamunannya. Matanya berkedip-kedip lama bersamaan dengan kesadarannya yang makin terkumpul. Ia mendecak kesal ketika kehilangan ide untuk melanjutkan tulisannya. “Aish, siapa, sih, yang bertamu malam-malam begini?” gumamnya menyadarkan punggungnya ke belakang dan menatap langit-langit kamarnya yang berwarna hijau. Suara ketokan itu terdengar lagi. Lorry berbalik menatap pintu kamarnya lalu menelengk

