Lorry menggerakkan jari telunjuknya di layar ponselnya, membuat gestur menggeser ke kiri. Matanya menyipit ketika bibirnya mengulas senyum atau bahkan terkikik geli melihat gambar-gambar yang dikirimkan Kiara padanya. Gaya konyol gadis itu yang tertangkap kamera membuatnya tak bisa menahan diri untuk menyemburkan tawa, mana mengirimkannya tanpa diminta oleh Lorry. Melihat foto-foto itu justru membuat Lorry sedikit iri– ralat, sangat iri. Ia juga ingin menikmati karya wisata terakhirnya di SMA. Saat kelas 12 nanti, mereka sudah tak bisa ikut. Ia jadi menyesali kelakuannya yang terlalu serius membuat laporan dan hanya menghabiskan waktu dengan Raiden saat karya wisata tahun lalu tanpa menikmati objek wisata yang mereka datangi. “Dih, ini cewek pede banget ngangkang. Mana di depan Rian lag

