Sandra duduk di kursi panjang sendirian, tatapannya lurus, terarah pada matahari sore yang sebentar lagi akan tenggelam. Tanganya menggapai tas ransel yang sempat dia ambil dari kamar sebelum keluar dari rumah. Dibukanya pengait pada ransel berwarna biru itu, diambilnya buku kecil berwarna biru. Dibukanya lembar demi lembar, sampai akhirnya ada lembar kosong disana. Membuat Sandra menggoreskan pena tinta hitamnya pada kertas putih di buku kecil itu. Kalau takdir bisa dipilih, mungkin tangis tak akan pernah terjadi. Kalau kasih sayang dan cinta bisa dibeli, mungkin aku tidak akan kekurangan hal itu. Namun, semua itu khayalan, semua itu tidak akan terjadi. Tuhan, kalau aku menginginkan kasih sayang apa salah? Kalau aku ingin dicintai apa salah? Hanya dua hal yang ingin kumilikki. Ay

