Raya sudah kembali penuh beraktivitas seperti biasanya, namun ia tidak lagi menyewa kamar kos di dekat kantornya. Ayah dan Ibun tidak mengizinkan Raya tinggal sendiri lagi, sekarang Raya kerja pun di antar jemput oleh sopir. Tidak ada naik angkutan umum atau naik ojek online lagi. Huft!!? Nikmati saja- pikir Raya Dalam benaknya, di izinkan untuk bekerja lagi saja dia sudah bersyukur. Meski syarat yang ia harus terima membuatnya kesal. Tidak apa Mata dan sikap tubuh Raya fokus dengan komputer di depan mejanya. Sesekali suara ketikan dan bunyi klik dari mouse komputernya. Derit kursi rodanya juga terdengar. Entah saat dirinya gusar atau untuk mengambil minum pada dispenser di pojokkan. “Ray, surat yang mau lu bawa ke Kalimantan udah siap” ujar mbak Maya yang baru masuk ke ruangan “Oke

