Paginya Raya beserta kru lain bersiap untuk ke lokasi syuting pertama. Gugup dan kurang percaya diri menyergapnya. Gio yang melihat Raya gugup segera menghampirinya. “Nih, minum dulu” ucap Gio sambil memberikan coklat instan seduh pada Raya “Makasih Bang” Lama mereka terdiam, Raya yang meminum coklat panasnya perlahan. Mencoba merasai hangatnya cairan coklat tersebut. Sesekali ia membca naskahnya, mencoba mengingat nanti jalannya bagaimana. Gio yang ada di sampingnya melirik Raya heran. “Kenapa, gugup?” Tanya Gio tepat Raya mengangguk pelan, tak lupa bibirnya manyun dengan air muka sedihnya. “Dih!? Lu udah biasa kali jadi reporter Ray. Sama gue ini juga kan” Raya menghela napas agak keras, “Beda Bang, ini kan agak lama nyorotnya” “Sama ini Ray, tinggal ngomong aja. Dan lu ngomong

