(Bukan) Akhir

1604 Kata

"Hoi nglamun pagi-pagi kesambet baru tau loh" sentak suara di belakang Raya Raya nenoleh dan mendapati Gio dan mbak Maya "Kenapa Raya pagi-pagi udah nglamun aja. Dan tumben datangnya gak mepet jam masuk" ujar Maya "Bangun ke pagian mbak. Jadi ya gini udah dateng" jawab Raya . . . Seminggu kemudian "Ray, muka lu lesu gitu kenapa? Gaji lu kurang?" Tanya Vio yang sedari tadi memperhatikannya tengan melamun meski tangan dan matanya tetap fokus mengedit di depan layar. Memang beberapa hari yang lalu tanggal duapuluh tujuh tanggal gajian bagi reporter dan editor di Redakdi Tama. Ada tambahan bonus dan uang lembur untuk beberapa orang. Raya menghembuskan napas pelan. Menghentikkan kegiatannya di layar komputer dan menoleh menghadap Vio yang kelihatannya tengah bersantai dengan secangkir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN