“Kenapa sih kasih waktunya pagi?” datang-datang Pelangi sudah disemprot oleh Bintang seperti itu. “Kalau nggak mau dikasih waktu pagi ya protes dong sama sekretarisku. Jangan ribut sekarang. Aku tuh sudah datang capek-capek lho ya. Dari rumah berangkat antar Senja dulu karena itu tanggung jawab aku. Lalu ke kantor mengerjakan beberapa file agar tak buang waktu.” “Aku ini bukan pengangguran. Waktuku mepet. Aku nggak pernah bawa kerjaan kantor ke rumah karena di rumah ada kerjaan lain. Jadi benar-benar waktu satu jam itu aku pakai dulu buat kerja di kantor. Dari kantor baru aku ke sini. Sampai sini disemprot. Mendingan aku nggak datang kan?” “Ini bagus aku mau ketemu di luar urusan pekerjaan. Hanya satu kali kita bicara berdua bukan untuk urusan pekerjaan ya. Hanya satu kali ini saja.” “

