“Biru,” sapa seorang lelaki ketika Biru hendak menaruh belanjaannya lebih dulu di mobil. Tentu dia tidak merasa nyaman bila bawa barang-barang dari supermarket ke toko buku. Jadi dia biarkan Pelangi bersama Senja ke toko buku lebih dulu, sedang Biru mengantar barang-barang ke mobil. “Eh Pak Eka. Apa khabar pak Ekata?” Biru membalas dengan ramah. “Alhamdulillah baik, saya sangat baik,” balas mantan mertua Biru itu. “Oh baguslah kalau sangat baik. Tadi saya juga lihat Bu Kahiyang ada di sini. Dia semakin hebat ya Pak. Terlebih dia sudah ambil perusahaan miliknya dari tangan Bapak. Saya pikir dulu itu perusahaan Bapak. Ternyata perusahaan milik mantan istri ya Pak.” “Pantesan Bapak selalu ingin mengambil harta saya melalui Wangi. Bagaimana sekarang Wangi? Ada di mana? Apa masih buron?”

